Pengumpan RSS

Pemerintahan Baru dan Soal Perburuhan

Posted on

Selasa, 4 November 2014 | 7:25 WIB
Muhammad Ikbal Ibrahim, Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Kota Palu.

Tanggal 20 Oktober kemarin kita telah memiliki presiden baru. Tentunya harapan besar telah dibebankan di pundak pemerintahan baru ini. Intinya, pemerintahan baru ini diharapkan mewakili “wong cilik”.

Read the rest of this entry

Iklan

Bersatunya Kaum Pemuda Dengan Pancasila

Posted on

Selasa, 28 Oktober 2014 | 9:33 WIB
Oleh: Raga Gapilau Jatsuma, Mahasiswa STMIK TEKNOKRAT, pengurus Departemen Pendidikan dan Kaderisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Bandar Lampung serta Penggiat Komunitas @Bengkel Tulis Bintang Merah

Ideologi bangsa Indonesia, Pancasila sekarang sedang diuji, terkait dengan rasa nasionalisme kaum pemuda dalam menanggapi isu-isu pemerintahan, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lainnya. Sangat menyedihkan negara yang memiliki ideologi terbaik didunia tidak bisa bertahan dalam gempuran globalisasi (imperialisme). Ini merupakan polemik bangsa Indonesia, dan Kaum muda seharusnya tau apa yang harus dilakukan. Tetapi 70% pemuda di indonesia malah ikut terserah dengan gempuran globalisasi. Apalagi tahun 2015, indonesia akan menghadapi gempuran globalisasi yang besar dengan program pemerintah Indoesia bernama MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) 2015.

Read the rest of this entry

Puisi, bukan sekedar mimpi dan sebaris kata yang bersayap.

Posted on

Oleh: Heri Latief
Sabtu 25 Oktober 2014

Teman itu datang dan pergi

Tak ada yg bisa mengatur cara berteman kecuali ada ide demi kepentingan bersama

“Teman jahat”, yang tadinya “teman baik”, lalu entah kenapa berubah jadi monster tanpa otak dan tega ngadalin temannya sendiri

Ada istilah “Teman baik”, yang tau sifat jelek kita, dan tetap mau berteman dgn sgala kelebihan dan kekurangan kita

Jika kau masih muda, darahmu panas seperti api, semangatmu setinggi pohon kelapa? Pada emosi kau berkaca, carilah kata di balik suka & duka

Jalan sama ransel tua dari kota ke kota, dari desa ke desa, melihat perbedaan hidup, tanpa materi kau bisa mimpi di pinggir jurang emosi

Jika kau kaya dan wangi
Jangan lupakan jutaan orang susah yg mengais rejeki di tong sampahmu, terlalu banyak orang miskin yang ngiler di depan restoran cepat saji

Terlalu banyak orang “pintar” yang menukangi keadaan untuk kepentingan dirinya dan keluarganya

Jurang antara sikaya dan simiskin dipertajam dengan perbedaan pendidikan, orang miskin jauh dari sekolahan

Jadilah anak muda harapan bangsa, punya ilmu kesadaran sosial dan budaya.

Langkah Awal Memperjuangkan Trisakti

Posted on

Kamis, 23 Oktober 2014 | 10:38 WIB

Indonesia sudah punya nahkoda baru: Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden dan Jusuf Kalla (JK) sebagai Wakil Presiden. Kita berharap, nahkoda baru ini bisa memimpin Indonesia dalam melalui samudera perjuangan yang penuh tantangan dan rintangan.

Read the rest of this entry

Bullying, Duri Dunia Pendidikan Kita

Posted on

Sabtu, 25 Oktober 2014 | 9:45 WIB
Oleh: Hidayatur Rohman, Mahasiswa Sosiologi FISIP Unila dan Bergiat di Komunitas @Bengkel Tulis Bintang Merah

Maraknya pemberitaan di media massa terkait dengan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah, nampaknya semakin melegitimasi tuduhan miring soal gagalnya sistem pendidikan di Indonesia.

Read the rest of this entry

Di Bawah Kuasa ‘Junk Food’

Posted on

Rabu, 22 Oktober 2014 | 13:51 WIB

Oleh: Saddam Cahyo, Sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Wilayah Lampung dan Pegiat komunitas Bengkel Tulis Bintang Merah

Kalau masih ada yang ingat persitiwa menggelikan beberapa waktu lalu: sepasang turis asal Amerika Serikat (AS) menjadi tersangka pembunuhan Ibu kandungnya sendiri Denpasar, Bali, pada Agustus lalu.

Saat mereka ditahan, kedua tersangka itu melakukan protes karena disuguhi ayam goreng dari KFC (Kentucky Fried Chicken) oleh polisi. Mereka menilai ayam goreng dari KFC itu disuguhkan lantaran mereka berkulit hitam. Mereka juga menganggap ayam goreng KFC adalah makanan untuk kalangan kelas bawah. Keduanya menganggap tindakan polisi itu rasis.

Padahal, polisi sebetulnya justru hendak memberlakukan mereka lebih istimewa ketimbang dengan narapidana lain. “Menurut kami fast food itu mahal, tapi mereka menganggapnya sebagai makanan murahan,” kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Djoko Hariutomo. Uniknya lagi, kedua tersangka itu baru berhenti melakukan protes setelah makanan mereka diganti dengan Soto Ayam (Tribunnews.com, 19 Agustus 2014).

Read the rest of this entry

Bersatulah Untuk Mewujudkan Cita-Cita Trisakti!

Posted on

Rabu, 15 Oktober 2014 | 10:41 WIB

Sebentar lagi pemerintahan baru akan dilantik. Banyak harapan yang tersemai di sana. Salah satunya: pemerintahan baru benar-benar memperjuangkan terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.

Read the rest of this entry